PALEMBANG – Kabar membanggakan datang dari kader HIPMI Depok. Juliyanto, S.T., M.M., IPM, Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) BPC HIPMI Depok yang juga menjabat Direktur PT Elbema Integra Indonesia, dipercaya mengisi Kuliah Umum bertema "Plant Joint Integrity Management" di Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, pada 1 Oktober 2026. Undangan ini menjadi bentuk kepercayaan dunia akademik kepada pelaku usaha muda yang berkiprah di sektor industri.

Kepercayaan tersebut diberikan Departemen Teknik Mesin berdasarkan pengalaman dan kompetensi Juliyanto di bidang mechanical engineering, industrial asset integrity, serta pengelolaan pekerjaan industri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia industri, agar mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga mendengar langsung pengalaman praktisi di lapangan.

Memahami Integritas Sambungan di Fasilitas Industri

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan integritas sambungan pada fasilitas industri. Materi mencakup tiga jenis sambungan utama, yaitu bolted flange joint, welded joint, dan threaded joint. Pembahasan berlanjut ke metode pengencangan baut, inspeksi, pengelasan, pengujian tekanan, hingga deteksi kebocoran. Sambungan yang tampak sederhana ternyata menyimpan risiko besar jika tidak dikelola dengan benar, karena kebocoran pada satu titik dapat berdampak pada keselamatan pekerja, kelancaran operasi, dan kualitas hasil kerja.

Juliyanto juga menekankan pentingnya dokumentasi teknis. Catatan pekerjaan yang rapi dan dapat ditelusuri menjadi bukti bahwa setiap tahapan telah dikerjakan sesuai prosedur dan standar yang berlaku.

Bekal Profesional bagi Calon Engineer

Selain aspek teknis, kuliah umum ini menekankan pentingnya kesiapan profesional bagi mahasiswa. Seorang engineer dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu memahami standar, membaca gambar teknik, berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, dan mengambil keputusan secara tepat. Di atas semua itu, keselamatan dan integritas pekerjaan harus selalu diutamakan, sebab kualitas seorang engineer tidak hanya diukur dari kepintarannya, tetapi juga dari tanggung jawabnya.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika Departemen Teknik Mesin Universitas Sriwijaya. Dengan suasana diskusi yang hidup, peserta diharapkan memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai tuntutan profesi di dunia industri yang sesungguhnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk mempersiapkan diri menghadapi karier di bidang maintenance, inspection, construction, commissioning, quality assurance, dan asset integrity management. Bidang-bidang ini membutuhkan tenaga teknik yang tidak hanya cakap secara keilmuan, tetapi juga disiplin, teliti, dan siap bekerja di bawah standar keselamatan yang ketat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi, dunia usaha, dan organisasi profesi menjadi langkah penting dalam membangun sumber daya manusia teknik yang kompeten, berintegritas, dan siap bersaing. Keterlibatan kader HIPMI Depok dalam kegiatan seperti ini sekaligus menunjukkan bahwa pengusaha muda dapat berkontribusi nyata, bukan hanya di dunia bisnis, tetapi juga dalam pengembangan generasi penerus bangsa.